01603 2200325 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001000118084001600128100002800144245002600172250001100198300003000209650002000239264004400259336002100303337003000324338002300354520081500377990001201192990001201204990001201216990001201228990001201240990001201252990001301264INLIS00000000000200220240201081523 a0010-0224000003ta240201 g 1 ind  a979-444-105-8 a8x0.7 a8x0.7 WIJ p0 aWijaya, PutuePengarang1 aPerang /cPutu Wijaya aCet. 1 avi, 386 hal ;c19 x 13 cm 4aFiksi Indonesia aJakarta :bPustaka Utama Grafiti,c2001 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa perantara 2rdacarrieraVolume aKisahnya berkisar sekitar perilaku manusia manakala berhadapan dengan kekuasaan, berikut berbagai paham dan ideologi yang melahirkan intrik yang tak berkesudahan. Ketika para dewa menyusun skenario bahwa perang Baratayuda harus meletus, para panakawan mempertanyakan, apa benar Korawa adalah musuh kebenaran. Bukankah kemenangan Pandawa kelak lebih banyak disebabkan oleh campur tangan para dewa? Mengapa perang sauidara itu harus terjadi padahal hanya membawa bencana? Lalu apa kata Yuditira; "Perdamaian yang bohong adalah peperangan yang paling kejam," katanya. Perang, sebuah cerita wayang kontemporer, adalah satir pahit dengan rumor yang menggigit. Ditulis oleh Putu Wijaya, seorang cerpenis, novelis, penulis lakon sekaligus sutradara dan aktor, yang karya-karya tulisnya sering mendapat penghargaan.... a3325.C2 a3324.C1 a3327.C4 a3329.C6 a3330.C7 a3332.C9 a3332.C10